Topik : Hak Asasi Manusia
Hak asasi manusia adalah hak-hak yang langsung diberikan oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Karena sifatnya yang demikian, maka tidak ada kekuasaan apapun yang dapat mencabut hak asasi setiap manusia. Hak asasi manusia adalah hak dasar setiap manusia yang dibawa sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa; bukan pemberian manusia atau lembaga kekuasaan (John Locke). Namun hal ini sepertinya kurang berlaku di Indonesia yang terdiri dari beratus-ratus pulau dan berjuta-juta penduduk ini. Terutama masalah hak asasi manusia di daerah pedalaman Indonesia.
Sudah lebih dari 61 tahun Indonesia merdeka dari penjajahan negara lain. Namun tidak semua daerah di Indonesia menikmati kemerdekaan tersebut. Tampak sekali perbedaan yang terasa amat jelas antara kehidupan di pulau Jawa dan pulau-pulau yang jauh dari pusat pemerintahan negara Republik Indonesia. kehidupan di pulau Jawa saat ini kurang lebih sudah lebih baik. Ada banyak gedung-gedung bertingkat disana dengan sarana dan prasarana serta transportasi yang cukup memadai pula. Sedangkan di daerah pedalaman malah sangat jarang sekali tersentuh oleh modernisasi tersebut. Kesejahteraan pun seolah dijauhkan dari masyarakat pedalaman itu. Padahal mereka juga bagian dari negara Indonesia yang butuh diperhatikan oleh pemerintahnya.
Kurangnya perhatian pemerintah ini membuat kondisi masyarakat pedalaman semakin terpuruk. Ada banyak permasalahan di daerah pedalaman yang harusnya ditangani oleh pemerintah. Misalnya saja masalah pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menanggulangi kemiskinan, dan memajukan kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Dengan pendidikan masa depan suatu individu mungkin akan menjadi lebih baik. Dengan pendidikan masyarakat akan semakin mudah mencari pekerjaan guna memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup mereka. Semakin tinggi derajat pendidikan mereka maka semakin mudah pula untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan mereka inginkan sehingga mereka dapat memenuhi berbagai kebutuhan mereka.
Namun yang terjadi di daerah pedalaman sungguh jauh dari bayangan. Jangankan memikirkan pendidikan, memikirkan besok akan makan apa saja sudah membuat mereka susah. Kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan membuat mereka seolah acuh. Kurangnya sosialisasi dari pemerintah pusat maupun daerah mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Pemerintah seolah tidak peduli tentang pendidikan di daerah pedalaman tersebut. Selain itu mahalnya biaya pendidikan juga menjadi salah satu alasan mereka enggan untuk mengenyam bangku pendidikan. Masyakarakat pedalaman yang umumnya dari masyarakat kelas bawah tidak mungkin sanggup untuk membiayai biaya sekolah anaknya. Lebih baik anaknya membantu pekerjaan mereka dengan begitu mereka pun akan mendapatkan tambahan uang untuk kehidupan sehari-hari mereka.
Kualitas pendidikan juga amat sangat minim. Sangat sedikit tenaga pengajar yang mau untuk ditugaskan mengajar di daerah pedalaman. Hal itu dikarenakan kehidupan disana akan sangat berat sehingga mereka enggan untuk mengajari masyarakat miskin agar mengenal pendidikan. Tidak ada tunjangan yang diberikan oleh pemerintah yang sesuai dengan kerja keras mereka yang telah membantu dan mengabdi untuk masyarakat pedalaman agar mengenal pendidikan. Bagaimana pula para guru tersebut dapat memberikan pelayan pendidikan yang terbaik jika kehidupan sehari-hari saja sulit terpenuhi akibat mahalnya harga kebutuhan disana. Sangat tidak sesuai antara hasil dan jerih payah serta dedikasi mereka yang telah mengabdi pada negara. Sarana dan prasarana sekolah juga masih sangat buruk. Perangkat keras pendidikan seperti gedung sekolah, meja, kursi, perpustakaan, laboratorium, dan buku-buku pelajaran dalam kondisi yang memprihatinkan. Sangat jarang ada pembaharuan berupa renovasi maupun pembangunan gedung sekolah yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Belum lagi diperparah dengan kualitas kompetensi sekolah yang buruk. Kurikulum sering berganti-ganti sehingga menyulitkan pihak sekolah untuk mengikuti dan menerapkan kurikulum tersebut.
Transportasi juga menjadi salah satu alasannya. Biasanya sekolah terdekat jaraknya berkilo-kilo meter jauhnya dari rumah mereka. Sangat jarang ada sarana transportasi disana sehingga mau tidak mau mereka harus berjalan berjam-jam berkilo-kilo meter jauhnya untuk bersekolah. Sangat jarang ada upaya dari pemerintah untuk membangun sarana transportasi seperti jalan raya beraspal di daerah pedalaman. Mungkin karena medan yang sulit dan lokasinya kebanyakan adalah hutan sehingga sulit untuk merealisasikannya. Namun bukan tidak mungkin hal ini dapat terwujud jika ada keinginan yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah untuk memajukan daerah pedalaman. Walaupun proses pengerjaannya berlangsung lama namun jika ada keyakinan akan berhasil membangun suatu jalan raya beraspal nantinya akan berhasil juga.
Di daerah pedalaman juga tidak mendapatkan fasilitas yang layak dari pemerintah. Fasilitas tersebut meliputi listrik dan air bersih. Pemukiman penduduk tidak ada yang dialiri listrik sehingga jika malam datang mereka hidup dalam kegelapan total. Listrik seolah-olah menjadi hal yang tabu bagi mereka. Mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk dapat menikmati listrik yang sebenarnya jika mereka gunakan akan dapat membantu kehidupan mereka. Tidak ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi hal ini. Padahal listrik juga merupakan hak yang harus mereka dapatkan. Tidak ada keadilan disini. Masyarakat di pulau Jawa misalnya, 24 jam non stop menghambur-hamburkan listrik yang mereka gunakan sementara di pedalaman tidak tersentuh listrik sama sekali.
Pendistribusian bahan-bahan pangan, sandang dan papan juga sangat sulit. Kalaupun ada haraganya melambung tinggi dengan stok yang terbatas. Hal ini dikarenakan proses pendistribusian bahan- bahan tersebut sulit karena medan yang dilewati mayoritas berupa hutan dengan waktu yang lama pula. Selain lewat jalan darat, bisa juga melalui jalan sungai. Namun jika melalui sungai dengan menggunakan perahu berarti ada jumlah maksimum yang harus dibawa. Tidak sebanyak jika kita menggunakan transportasi melalui jalur darat. Di daerah pedalaman perbatasan seperti di Kalimantan kadang mereka lebih sering membeli kebutuhan sehari-hari mereka di negara tetangga yaitu Malaysia. Hal ini dikarenakan jaraknya yang lebih dekat, harganya yang lebih murah, dan stok persediannya yang cukup banyak. Masyarakat pun beralih menggunakan produk negara lain daripada produk negaranya sendiri. Bukan salah mereka jika mereka membeli kebutuhan sehari-hari mereka di Malaysia. Hal ini karena pemerintah kurang memperhatikan kebutuhan hidup vital mereka.
Sebenarnya media sudah banyak yang mengakat suramnya kehidupan di pedalaman. Namun itu hanya menjadi sebuah tontonan sambil lalu bagi pemerintah. Di depan masyarakat mereka berjanji untuk membenahi kehidupan pedalaman, namun nyatanya realisasinya tidak berjalan demikian. Pemerintah hanya sibuk mengurusi urusan politiknya yang semakin lama semakin tidak karuan dan tidak ada ujung penyelesainnya. Ada banyak pejabat negara wakil rakyat yang justru tidak pernah mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Mereka justru sibuk dengan urusan mereka sendiri, dengan gedung mereka sendiri. Masyarakat pedalaman seharusnya mendapatkan hak asasi manusia mereka seperti kebanyakan daerah di Indonesia sehingga mereka tidak lagi terbelakang.
Referensi :
1. Ubaedillah, A, Abdul Rozak. 2011.Pendidikan Kewargaan Edisi ketiga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar